..:: Selamat Datang Di Ndo's Zone ::..

Minggu, 29 April 2012

Puisi Terakhir Soe Hok Gie

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
manis di lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

(CSD, Selasa, 11 November 1969)

..:: SEBUAH TANYA ::..

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”
Soe Hok Gie

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)
“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”

Selasa, 1 April 1969
By : Soe Hok Gie 

Jumat, 20 April 2012

..:: Puisi Anak ::..

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
M. Abid Aqila Pranaja Fitra
yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.
Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.
Adia Rafa Fathina Fitria
Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.
Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap.

         By : Khalil Gibran

Rabu, 18 April 2012

:-)

Tatapan Itu
Melumpuhkan Ketangguhan Jiwaku
Tak Mampu  sekalipun untuk menatap
saat hati mulai tergagap

Saat Kau Jauh
Hati Ini Terasa Rapuh
Saat Kau Dekat
Cinta Ini Semakin Pekat

Suaramu
Laksana Ombak Yang Menabrak
Dinding Hati Ini

Kehadiranmu
seolah memaksa Waktu Melambat
Dan Enggan Bergeliat

pada akhirnya kusadari
bahwa hati ini telah tertawan oleh mu



01061987

" Tentang Kita "

bersama kita lewati semua
merajut mimpi indah agar menjadi nyata
mimpi yang dulu sempat tertunda
tertunda karena berbuah luka

bersama kita lalui jalan ini
jalan berliku nan terjal
namun ditiap helaan nafas ini
kita mampu yakin taklukan tiap aral

biar tak semua orang tahu
hanya aku dan kamu
tentang hatiku, tentang hatimu
dan semua tentang  kita






Selasa, 17 April 2012

..:: Logika vs Perasaan ::..

saat banyak persepsi yang mencuat keluar
tak banyak yang bisa di lakukan kecuali diam
diam dalam pertarungan hati yang kian mencekam
hingga kepala  pun tak mampu menolak senandung liar

logika  semakin kuat bertahan
sementara hati pun semakin enggan untuk mengalah
keduanya beradu saling mempertahankan argumen
yang pada akhirnya tak jua temukan arah

Senin, 16 April 2012

..:: Love,Love and Love ::..


Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga,
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu
berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu
rasa sayang…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah
berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi
sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus
kehilangan.

Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......

..:: Siluetmu ::..


tertatih di ujung senja yang kian merapat
tenggelam dalam balutan jingga yang kian tenggelam
perlahan bayang siluet mu kian pekat
hilang bersama kerasnya deru angin malam

jangankan bayang nyata dirimu
siluetmu pun kini tak lagi bisa kulihat
seseorang telah mengambilnya dariku
dan
entah kapan lagi aku bisa menemukan mu






..:: Catatan Lalu ::..

luka itu sembuh sudah kini
mengering dan tak lagi terasa perih
walau dengan tertatih
sekalipun rasanya tak terperi

meski menyisakan bekas yang tak mungkin hilang
dan tiap melihatnya bayang menyakitkan itu kembali datang
menyeruak perlahan, memaksaku untuk kembali mengingatnya
mengingat bagaimana luka itu datang